11 Oktober 2011

ORANG PINTAR VS ORANG BODOH

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Berikut kutipan cerita antara orang ‘Pintar’ dengan orang ‘Bodoh’ yang saya ATM (Amati, Tiru, & Modifikasi) :
  1.  Orang bodoh sulit dapat kerja, agar tetap punya penghasilan akhirnya dia berbisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, agar tidak melakukan kesalahan maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya. Akhirnya tanpa banyak mikir, pidatonya selesai juga.
  5. Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus kuliah. Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
  6. Orang bodoh tidak banyak mikir untuk bertindak. Orang pintar terlalu banyak hitung-hitungan karena takut akan resiko, akhirnya orang pintar hanya pintar mikir tapi tidak action.
  7. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar ‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
  8. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
  9. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill Gates (orang terkaya di dunia) dari Microsoft, Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya dan sukses. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN :
Mendingan jadi orang pintar atau orang bodoh?
Mana yang lebih pintar antara orang bodoh dengan orang pintar?
Mana yang lebih mulia antara orang pintar atau orang bodoh?
Mana yang lebih susah, orang pintar atau orang bodoh?
KESIMPULAN :
Jangan lama-lama jadi orang pintar, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pintar dari pada jadi orang pintar yang bodoh.
Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’, karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan pada akhirnya mengabdi pada orang bodoh.
Diamanakah posisi Anda saat ini?
Berhentilah meratapi keadaan Anda yang sekarang. Yang penting kemana Anda akan menuju, bukan dimana anda berada dahulu dan dimana Anda sekarang.
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan kita untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi di sekitaran kita.
Sumber : Mario Teguh (dengan perubahan seperlunya)
nb : buat frend2 yg kuliahnya smakin g jelas (jgn nengok ane donk),
so jgn berkecil hati, karna g slamanya gelar itu kan berbuah manis.

Bagikan

Jangan lewatkan

ORANG PINTAR VS ORANG BODOH
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.